18 Januari 2019
Bro & Sis, surat kepada orang Ibrani, selain begitu banyak berbicara tentang keutamaan Kristus, juga banyak berbicara tentang ketekunan di dalam menghadapi pergumulan hidup. Penulis surat kepada orang Ibrani menuliskan, bahwa setidaknya ada empat hal yang harus kita ingat di dalam perjalanan hidup kita sebagai orang percaya, khususnya saat kita sedang menghadapi pergumulan.
Ingatlah Selalu akan Masa yang Lalu (Ibrani 10:32-39)
Kita diminta untuk mengingat harga yang telah kita bayar, saat kita melakukan apa yang menjadi kehendak TUHAN atas hidup kita, dan kita telah menerima semua itu dengan sukacita, karena kita mengerti bahwa ada upah yang menanti kita. Mengapa? Karena realita menunjukkan bahwa ada banyak dari kita yang hampir menyerah atau telah mengundurkan diri, karena mereka merasa tidak mampu lagi menanggung pergumulan yang tidak kunjung selesai dan perubahan yang tidak kunjung terjadi di dalam hidup mereka. Ini tidak boleh terjadi! Ketika kita memutuskan untuk menyerah atau mengundurkan diri, sesungguhnya kita telah membuang -atau lebih tepatnya menutup kesempatan kita sendiri, untuk kita boleh menerima apalagi menikmati upah yang telah disediakan TUHAN bagi kita, dan membuat sia-sia semua harga yang telah kita bayar selama ini. Ini adalah kerugian yang besar dan keputusan yang bodoh! Karena itu, penulis surat ini menasehatkan kepada kita, "Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." [Ibrani 10:35-36]. Tak hanya itu, lebih lanjut, penulis surat ini menulis, "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." [Ibrani 10:37-38].
Ingatlah Selalu akan Yesus (Ibrani 12:3-13)
Kita diminta untuk mengingat akan Yesus, bagaimana Ia dengan tekun telah menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, agar kita boleh beroleh hidup yang baru dan kekal di dalam Dia. Mengapa? Karena realita menunjukkan bahwa ada banyak orang percaya yang seringkali terlupakan bagaimana Yesus telah menderita dengan begitu hebat, agar kita boleh ada sebagaimana kita ada sekarang, dan beroleh kasih karunia untuk meraih dan mengalami kehidupan yang maksimal di dalam Dia. Sebab itu, tak heran, jika ada banyak dari kita yang begitu mudah menyerah dan mengundurkan diri dari pertandingan iman mereka, karena terlupakan betapa besarnya pengorbanan yang telah Yesus lakukan bagi hidup mereka. Tak hanya itu, penulis surat ini juga mengingatkan kepada kita, bahwa pergumulan yang telah kita alami untuk boleh meraih dan mengalami kehidupan yang maksimal di dalam Yesus tidak ada artinya, bila dibandingkan dengan pengorbanan yang Yesus telah lakukan bagi kita, agar kita boleh meraih dan menikmati kehidupan yang telah disediakan Bapa Surgawi bagi kita di dalam Dia, seperti yang diungkapkan oleh sang penulis surat ini di dalam Ibrani 12:4, "Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah." Karena itu, ingatlah selalu akan [pengorbanan] Yesus bagi kita yang percaya kepada-Nya, supaya jangan kita menjadi lemah dan putus asa (Ibrani 12:3).
Ingatlah Selalu akan Mereka yang Menderita (Ibrani 13:1-3)
Kita diminta untuk mengingat mereka yang menderita, atau dengan kata lain, mereka yang sedang mengalami pergumulan di dalam hidup mereka. Mengapa? Karena realita menunjukkan bahwa ada banyak orang percaya yang hanya terfokus kepada pergumulan mereka, dan berkata, "Aku sendiri juga masih bergumul dengan hidupku, bagaimana aku harus mengurusi pergumulan orang lain," lalu mereka pun mengabaikan orang-orang yang memerlukan perhatian mereka. Ini adalah perkara yang begitu ironis, pada satu sisi kita sedang memohon belas kasihan dan kasih karunia Allah, supaya Ia boleh menolong kita di dalam pergumulan yang kita hadapi, tetapi pada sisi yang lain kita menutup pintu belas kasihan kita terhadap pergumulan orang, seperti diingatkan penulis surat ini, "Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini." [Ibrani 13:3]. Tak hanya itu, seringkali Bapa Surgawi justru memberikan kita jalan keluar atas pergumulan yang sedang kita hadapi, saat kita sedang atau usai mengingat akan mereka yang menderita dan melakukan apa yang bisa kita lakukan. Bahkan, lebih lanjut, penulis surat ini juga memberikan kesaksian yang ajaib mengenai hal ini, "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat." [Ibrani 13:2]. Karena itu, jangan biarkan pergumulan yang kita hadapi menutup pintu belas kasihan kita terhadap mereka yang sedang pergumulan yang sama.
Ingatlah Selalu akan Para Pemimpin Rohani kita (Ibrani 13:7-9)
Kita diminta untuk mengingat ajaran, teladan dan iman para pemimpin rohani kita, agar kita boleh dikuatkan untuk tetap berdiri teguh dan meraih kemenangan iman di dalam Yesus, saat kita sedang menghadapi berbagai pergumulan berat di dalam setiap aspek hidup kita. Mengapa? Karena realita menunjukkan bahwa kita seringkali justru 'belajar' dari mereka yang menyerah dan mengundurkan diri dari pergumulan hidup mereka, lalu memutuskan dan mengikuti 'teladan' hidup mereka, karena hal itu lebih cocok dengan daging kita. Gaya hidup instan! Kita cenderung merasa enggan untuk mengingat dan mengikuti ajaran, teladan dan iman para pemimpin rohani kita, yang tidak pernah mau menyerah apalagi mengundurkan diri di dalam menghadapi pergumulan mereka, hingga mereka boleh meraih dan mengalami kemenangan iman di dalam Yesus. Mengapa? Jawabannya sederhana, karena kita tidak mau membayar harga dan lebih suka memilih jalan mudah. Karena itu, hari ini, kita diingatkan lagi oleh penulis surat kepada orang Ibrani ini, untuk selalu mengingat akan ajaran, teladan dan iman para pemimpin rohani kita di dalam Yesus -khususnya saat kita sedang menghadapi pergumulan, supaya kita tidak menyerah, mengundurkan diri dan berpuas diri dengan kemenangan yang palsu, melainkan boleh sungguh-sungguh meraih dan menikmati kemenangan yang sebenarnya, yaitu kemenangan iman yang sejati di dalam Dia.
Akhirnya, para pemenang di dalam Yesus, apapun keadaan kita hari ini, bangkitlah dari segala ketidakberdayaan kita selama ini, dan raihlah kemenangan iman yang sejati di dalam Dia. Kiranya Roh Kudus boleh senantiasa menerangi hati kita semua di dalam segala aspek hidup kita. Amin.
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. 1 Korintus 13:13