Ketahuilah, mengalami keletihan dan kelesuan di dalam penantian kita –khususnya di tengah wabah virus Covid 19 ini, merupakan perkara yang sangat wajar dan manusiawi sekali. Namun, kita tidak boleh membiarkan keletihan dan kelesuan ini menggerogoti kehidupan kita, tetapi kita harus menaklukkan semua itu. Karena itu, kita harus menguatkan kepercayaan kita kepada TUHAN dan firman-Nya, agar kita beroleh kekuatan untuk tetap berdoa, tetap berharap dan tetap melakukan bagian kita di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Sebab kita memerlukan ketekunan, supaya sesudah kita melakukan kehendak Allah –yaitu untuk tetap berdoa, tetap berharap dan tetap melakukan bagian kita, kita memperoleh apa yang dijanjikan itu. Bro & Sis, ini adalah janji firman Tuhan bagi kita semua, yang tetap bertekun untuk berdoa, berharap dan melakukan bagian kita, hingga badai wabah Covid 19 ini berlalu dari hidup kita, keluarga kita, kota kita dan negeri kita.
Kata bertekun berbicara bahwa kita bukan hanya masih berdoa, masih berharap dan masih melakukan bagian kita saja, tetapi berbicara kita tetap berdoa, tetap berharap dan tetap melakukan bagian kita dengan kadar keyakinan dan kegairahan yang tetap menyala-nyala di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu, oleh kasih karunia TUHAN dan kekuatan Roh Kudus, marilah kita mau tetap percaya dan terus menguatkan kepercayaan kita kepada Dia dan firman-Nya, meski badai wabah Covid 19 masih belum juga berlalu hari ini. Kita tidak boleh menjadi letih dan lesu –apalagi sampai menyerah di dalam penantian kita, tetapi kita harus tetap bertekun, hingga kita menerima apa yang telah dijanjikan itu, yaitu kemenangan di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Doa saya, bahwa apa yang telah saya bagikan ini boleh menjadi kekuatan bagi kita semua –khususnya bagi kalian yang merasa letih dan lesu saat ini, agar kita boleh terus bertekun untuk tetap berdoa, tetap berharap dan tetap melakukan bagian kita, hingga badai wabah virus Covid 19 ini terhalau dari hidup kita, keluarga kita, kota kita dan negeri kita. Tuhan memberkati. Amin.