Pages

Friday, September 6, 2019

Tak Hanya Menjala Ikan


Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Filipi 1:22

Bro & Sis, semalam ada cerita yang menarik, saat aku bertemu dan berbagi cerita dengan salah satu anggota komsel ku di sebuah cafe, sebut saja namanya Boedi. Ia bekerja pada sebuah institusi yang bergerak di dunia pendidikan dan memiliki sejumlah sekolah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Di tengah-tengah obrolan kami, Boedi menceritakan bahwa dia dan isterinya memiliki beban yang besar untuk dunia pendidikan, khususnya untuk sekolah-sekolah Kristen yang memiliki berbagai kondisi yang kurang memadai di dalam berbagai aspek. Mereka tidak hanya terbeban saja, tetapi mereka juga telah melakukan langkah-langkah nyata, untuk melakukan apa yang menjadi beban mereka berdua terhadap dunia pendidikan. Gratis. Hal ini sungguh membuat aku bersukacita.

Ketika aku mendengar apa yang Boedi bagikan itu, pikiranku langsung teringat kepada mantan bos-ku dimana aku pernah bekerja di kantornya sebagai staf arsitek, sebut saja namanya Jimmy. Ia adalah seorang Kristen dan seorang kontraktor sipil yang sangat diberkati Tuhan. Jimmy, seperti halnya dengan Boedi, ia juga memiliki kerinduan untuk menjadi berkat bagi orang lain sesuai dengan apa yang Tuhan telah taruh di dalam hidupnya. Ia memiliki beban yang besar untuk merenovasi bangunan-bangunan gereja yang ada di desa-desa, supaya mereka boleh memiliki tempat ibadah yang lebih baik. Ketika aku mencoba mengingat berapa gereja yang telah ia renovasi dengan gratis, setidaknya selama masih bekerja di kantornya aku telah mendisain 5 (lima) bangunan gereja. Luar biasa.

Bro & Sis, apa yang telah dilakukan oleh mantan bos-ku ini sungguh sangat menginspirasi aku, dan sejak itu aku mulai digerakkan Tuhan untuk melakukan perkara yang serupa, yaitu memberi bantuan disain dengan gratis, untuk bangunan-bangunan gereja yang ada di desa-desa. Ini adalah kemurahan Allah yang luar biasa, bahwa aku beroleh kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain, melalui talenta yang Ia taruh di dalam hidupku. Ketika aku sedang memikirkan hal ini, maka aku pun teringat akan kisah yang terdapat di dalam Lukas 5:1-11, bagaimana setelah Yesus melakukan mujizat di dalam pekerjaan Petrus, sebagai penjala ikan, hingga ia memperoleh ikan yang begitu banyak, maka Ia menyatakan keinginan-Nya untuk menjadikan Petrus sebagai penjala manusia. Luar biasa, Yesus tidak ingin Petrus hanya menjadi penjala ikan saja, tetapi juga boleh penjala manusia, supaya mereka juga boleh merasakan berkat Tuhan yang sama dengan yang ia telah terima. Hei, bukankah kisah ini mirip dengan dua kesaksian di atas, yaitu Boedi dan Jimmy? Mereka menjadi saluran berkat Tuhan melalui talenta yang Ia telah taruh di dalam hidup mereka. Bagaimana dengan kita?

Kita tidak harus melakukan sama seperti yang dilakukan oleh Boedi, Jimmy dan Petrus, tetapi yang perlu kita renungkan di sini, setelah Tuhan memberkati segala yang kita kerjakan, apakah yang kita akan lakukan bagi sesama kita? Apakah kita hanya akan sibuk menjadi penjala ikan saja, hingga kita tidak pernah terpikir untuk menjadi penjala manusia, supaya mereka juga boleh menikmati berkat ikan yang sama dengan kita? Ketahuilah, bahwa sebenarnya ada banyak perkara yang kita bisa lakukan, supaya kita boleh menjadi saluran berkat Tuhan bagi orang lain, melalui apa yang Ia telah taruh dan percayakan di dalam hidup kita. Ketika kita bersedia untuk meresponi apa yang menjadi kerinduan Tuhan ini dengan apa yang ada pada diri kita, maka segala ide, bantuan dan pintu akan terbuka, untuk kita boleh menjadi saluran berkat bagi orang lain, agar mereka boleh menikmati kebaikan Tuhan, seperti yang telah kita rasakan. Hari ini, apakah kalian siap untuk tidak hanya menjadi penjala ikan yang diberkati saja, tetapi juga boleh menjadi penjala manusia, supaya mereka boleh menikmati berkat ikan yang sama dari Tuhan? Tuhan sedang menantikan kita. Tuhan memberkati kalian semua.