Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu
berarti bagiku bekerja memberi buah. Filipi
1:22
Bro & Sis, semalam ada cerita yang menarik, saat aku bertemu dan
berbagi cerita dengan salah satu anggota komsel ku di sebuah cafe, sebut saja namanya Boedi. Ia
bekerja pada sebuah institusi yang bergerak di dunia pendidikan dan memiliki
sejumlah sekolah yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Di tengah-tengah
obrolan kami, Boedi menceritakan bahwa dia dan isterinya memiliki beban yang
besar untuk dunia pendidikan, khususnya untuk sekolah-sekolah Kristen yang
memiliki berbagai kondisi yang kurang memadai di dalam berbagai aspek. Mereka
tidak hanya terbeban saja, tetapi mereka juga telah melakukan langkah-langkah
nyata, untuk melakukan apa yang menjadi beban mereka berdua terhadap dunia
pendidikan. Gratis. Hal ini sungguh membuat aku bersukacita.
Ketika aku mendengar apa yang Boedi bagikan
itu, pikiranku langsung teringat kepada mantan bos-ku dimana aku pernah bekerja
di kantornya sebagai staf arsitek, sebut saja namanya Jimmy. Ia adalah seorang
Kristen dan seorang kontraktor sipil yang sangat diberkati Tuhan. Jimmy,
seperti halnya dengan Boedi, ia juga memiliki kerinduan untuk menjadi berkat
bagi orang lain sesuai dengan apa yang Tuhan telah taruh di dalam hidupnya. Ia
memiliki beban yang besar untuk merenovasi bangunan-bangunan gereja yang ada di
desa-desa, supaya mereka boleh memiliki tempat ibadah yang lebih baik. Ketika
aku mencoba mengingat berapa gereja yang telah ia renovasi dengan gratis,
setidaknya selama masih bekerja di kantornya aku telah mendisain 5 (lima)
bangunan gereja. Luar biasa.
Bro & Sis, apa yang telah dilakukan
oleh mantan bos-ku ini sungguh sangat menginspirasi aku, dan sejak itu aku
mulai digerakkan Tuhan untuk melakukan perkara yang serupa, yaitu memberi
bantuan disain dengan gratis, untuk bangunan-bangunan gereja yang ada di
desa-desa. Ini adalah kemurahan Allah yang luar biasa, bahwa aku beroleh
kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain, melalui talenta yang Ia taruh
di dalam hidupku. Ketika aku sedang memikirkan hal ini, maka aku pun teringat
akan kisah yang terdapat di dalam Lukas 5:1-11, bagaimana setelah Yesus
melakukan mujizat di dalam pekerjaan Petrus, sebagai penjala ikan, hingga ia
memperoleh ikan yang begitu banyak, maka Ia menyatakan keinginan-Nya untuk
menjadikan Petrus sebagai penjala manusia. Luar biasa, Yesus tidak ingin Petrus
hanya menjadi penjala ikan saja, tetapi juga boleh penjala manusia, supaya mereka juga
boleh merasakan berkat Tuhan yang sama dengan yang ia telah terima. Hei, bukankah kisah ini mirip dengan dua kesaksian di atas, yaitu Boedi dan Jimmy? Mereka
menjadi saluran berkat Tuhan melalui talenta yang Ia telah taruh di dalam hidup
mereka. Bagaimana dengan kita?
