1
Samuel 23:19-28
Tetapi beberapa orang Zif pergi menghadap Saul di Gibea
dan berkata: "Daud menyembunyikan diri dekat kami di kubu-kubu gunung
dekat Koresa, di bukit Hakhila, di sebelah selatan padang belantara. Oleh sebab
itu, jika tuanku raja berkenan datang, silakanlah datang; tanggungan kamilah
untuk menyerahkan dia ke dalam tangan raja." Berkatalah Saul:
"Diberkatilah kiranya kamu oleh TUHAN, karena kamu menunjukkan sayangmu
kepadaku. Baiklah pergi, carilah kepastian lagi, berusahalah mengetahui di mana
ia berada dan siapa yang telah melihat dia di sana; sebab telah dikatakan orang
kepadaku, bahwa ia sangat cerdik. Berusahalah mengetahui segala tempat
persembunyiannya. Kemudian datanglah kembali kepadaku dengan kabar yang pasti; dan
aku akan pergi bersama-sama dengan kamu. Sesungguhnya, jika ia ada di dalam
negeri, maka aku akan meneliti dia di antara segala ribuan orang Yehuda."
Lalu berkemaslah mereka pergi ke Zif, mendahului Saul. Daud dan orang-orangnya
ada di padang gurun Maon, di dataran di sebelah selatan padang belantara. Ketika Saul dengan orang-orangnya pergi mencari Daud, diberitahukanlah hal itu
kepada Daud, lalu pergilah ia ke gunung batu dan tinggal di padang gurun Maon.
Saul mendengar hal itu, lalu mengejar Daud di padang gurun Maon; Saul berjalan
dari sisi gunung sebelah sini dan Daud dengan orang-orangnya dari sisi gunung
sebelah sana. Daud cepat-cepat mengelakkan Saul; tetapi Saul dengan
orang-orangnya sudah hampir mengepung Daud serta orang-orangnya untuk menangkap
mereka, ketika seorang suruhan datang kepada Saul dengan pesan: "Segeralah
undur, sebab orang Filistin telah menyerbu negeri." Maka berhentilah Saul
mengejar Daud dan pergi menghadapi orang Filistin. Itulah sebabnya orang
menyebut tempat itu: Gunung Batu Keluputan.
Bro & Sis in Christ, apa yang tertulis di dalam 1 Samuel 23:19-28 menunjukkan dengan begitu jelas, betapa kita sungguh dapat mempercayai Allah sebagai Gunung Batu Keluputan di dalam berbagai aspek hidup kita.
Ketika beberapa orang Zif mengadakan persekongkolan dengan Saul, untuk mengepung, menjebak dan menangkap Daud, maka Allah sendiri telah bertindak untuk memberikan keluputan bagi dia. Alkitab mencatat, bahwa saat Saul dan orang-orang sudah hampir mengepung Daud serta orang-orangnya untuk menangkap mereka, maka Allah telah mengubah keadaan berbalik 180 derajat; dari Daud serta orang-orangnya yang semula berada dalam keadaan terancam oleh Saul dan orang-orangnya, tiba-tiba keadaan berbalik begitu rupa, dan dalam sekejab mata justru Saul dan orang-orangnya yang kini berada dalam kondisi terancam serbuan orang Filistin. Huh ... nyaris saja, mungkin itu yang terucap di dalam hati dan pikiran Daud serta orang-orangnya.
Hari ini, bagaimana dengan kita? Ketahuilah, tak perduli berapa banyak orang yang hendak mengepung kita, untuk menjatuhkan atau merugikan kehidupan kita, ketahuilah bahwa Allah adalah Gunung Batu Keluputan kita. Sebab, bagi Dia, terlalu mudah untuk membalikkan keadaan kita, meski keadaan yang terjadi sudah hampir menjatuhkan atau merugikan kehidupan kita -entah itu hidup pribadi, hidup nikah, hidup keluarga, hidup bisnis atau hidup ministri kita. Karena itu, jangan pernah menyerah, tetapi bersandarlah terus kepada TUHAN di dalam segala aspek dan segala situasi hidup kita, dan tetap lakukan bagian kita dengan penuh ketekunan. Amin!
Bro & Sis in Christ, apa yang tertulis di dalam 1 Samuel 23:19-28 menunjukkan dengan begitu jelas, betapa kita sungguh dapat mempercayai Allah sebagai Gunung Batu Keluputan di dalam berbagai aspek hidup kita.
Ketika beberapa orang Zif mengadakan persekongkolan dengan Saul, untuk mengepung, menjebak dan menangkap Daud, maka Allah sendiri telah bertindak untuk memberikan keluputan bagi dia. Alkitab mencatat, bahwa saat Saul dan orang-orang sudah hampir mengepung Daud serta orang-orangnya untuk menangkap mereka, maka Allah telah mengubah keadaan berbalik 180 derajat; dari Daud serta orang-orangnya yang semula berada dalam keadaan terancam oleh Saul dan orang-orangnya, tiba-tiba keadaan berbalik begitu rupa, dan dalam sekejab mata justru Saul dan orang-orangnya yang kini berada dalam kondisi terancam serbuan orang Filistin. Huh ... nyaris saja, mungkin itu yang terucap di dalam hati dan pikiran Daud serta orang-orangnya.
Hari ini, bagaimana dengan kita? Ketahuilah, tak perduli berapa banyak orang yang hendak mengepung kita, untuk menjatuhkan atau merugikan kehidupan kita, ketahuilah bahwa Allah adalah Gunung Batu Keluputan kita. Sebab, bagi Dia, terlalu mudah untuk membalikkan keadaan kita, meski keadaan yang terjadi sudah hampir menjatuhkan atau merugikan kehidupan kita -entah itu hidup pribadi, hidup nikah, hidup keluarga, hidup bisnis atau hidup ministri kita. Karena itu, jangan pernah menyerah, tetapi bersandarlah terus kepada TUHAN di dalam segala aspek dan segala situasi hidup kita, dan tetap lakukan bagian kita dengan penuh ketekunan. Amin!