Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Amos 3:3 (TB)
Kawan, yang menjadi pertanyaan, perkara apa sajakah yang perlu menjadi perjanjian di antara dua orang atau lebih, sebelum mereka bisa berjalan bersama dengan langgeng?
Saya telah terlibat di dalam dunia ministri selama hampir 36 tahun, dan di dalam dunia kerja selama lebih dari 32 tahun. Saya terlibat dengan berbagai tipe orang. Lewat berbagai musim yang telah saya lalui di atas, saya beroleh pembelajaran penting, bahwa setidaknya tiga aspek penting yang perlu menjadi bagian konten perjanjian kita dengan satu orang atau satu institusi, sebelum kita mulai berjalan bersama-sama, agar perjalanan bersama ini bisa langgeng dan tidak membuang waktu kita.
POINT SELARAS
Kita perlu memiliki keselarasan dengan rekan kerja atau komunitas -yang kita akan berjalan bersama, baik itu di dalam dunia ministri atau dunia kerja. Keselarasan di dalam visi, nilai, motivasi atau target, saat kita melakukan sebuah pekerjaan bersama-sama. Ketidakselarasan kita dengan rekan kerja atau komunitas kita akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan perselisihan, yang pada akhirnya akan membuat waktu yang telah kita investasikan akan terbuang dengan sia-sia.
POINT SINERGI
Kita perlu memahami sinergi kerja rekan kerja atau komunitas kita terlebih dahulu, sebelum kita berjalan bersama-sama, agar tidak terjadi kekecewaan atau perselisihan, yang pada akhirnya akan membuat waktu yang telah kita investasikan akan terbuang dengan sia-sia. Hal ini mencakup pembagian kerja, sinergitas kerja, termasuk hak dan kewajiban masing-masing pihak. Kenyataan menunjukkan, bahwa ketidakjelasan akan aspek sinergi ini telah menimbulkan perselisihan dan pertengkaran.
POINT DETAIL
Kita perlu memahami dengan jelas tentang pekerjaan atau proyek akan dikerjakan bersama-sama, baik itu dengan satu orang atau satu komunitas, supaya jangan ternyata proyek tersebut ilegal atau kita hanya dimanfaatkan oleh orang lain atau satu komunitas. Kita perlu memahami aspek detail ini dengan sebaik mungkin, supaya jangan kita membuang waktu kita dengan sia-sia.
Karena itu, kawan, pertama, kita tidak boleh terlalu cepat terbuai dengan penawaran yang memabukkan hati dan pikiran kita, agar jangan ternyata kita hanya dikerjain atau dimanfaatkan belaka. Kedua, kita tidak boleh tertipu dengan pemikiran yang naif tentang keberadaan satu orang atau komunitas tertentu, tetapi kita harus bersikap kristis dan profesional. Dan, yang terakhir, kita tidak boleh termakan oleh perkataan-perkataan yang melambungkan atau menghakimi kita, hingga kita terhipnotis oleh mereka dan mengikuti keinginan mereka. Kita perlu bersikap waspada, kristis dan mandiri.
Kita sungguh perlu bersandar kepada Bapa di surga dan meminta hikmat-Nya, saat kita memikirkan satu rencana, tawaran atau apapun juga itu, agar Roh-Nya yang kudus boleh menyingkapkan apa yang tidak tertangkap oleh hati dan pikiran kita. Ketahuilah, Iblis melalui orang atau komunitas tertentu, senantiasa berusaha menggagalkan rencana Allah atas hidup kita dan membuat hari-hari kita menjadi sia-sia.