Pages

Tuesday, November 26, 2024

Berkat Sampai Keturunan

Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini, tetapi dengan setiap orang yang ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita, yang berdiri di hadapan TUHAN, Allah kita, dan juga dengan setiap orang yang tidak ada di sini pada hari ini bersama-sama dengan kita. Ulangan 29:14-15

Kata 'setiap orang yang tidak ada di sini' di dalam Alkitab versi BIMK dituliskan lebih jelas, "Perjanjian itu dengan segala kewajibannya dibuat Tuhan bukan dengan kamu saja, tetapi dengan setiap orang yang pada hari ini berdiri di sini, di hadapan Tuhan Allah kita, dan juga dengan keturunan kita di masa depan.” Hal ini menunjukkan, bahwa berkat dari perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel tidak hanya berlaku bagi mereka yang hidup pada hari itu, tetapi juga akan berlaku hingga keturunan mereka kelak. Ini adalah perkara yang sungguh luar biasa, bahwa ternyata buah kehidupan iman kita hari-hari ini tidak hanya akan memberkati kehidupan kita hari ini, tetapi juga akan berdampak dan memberkati kehidupan anak cucu kita kelak. Keturunan kita di masa depan. Artinya, apa yang kita investasikan di dalam Kristus hari-hari ini, tak hanya kita yang akan menuai dan mengecap berkat-berkat Tuhan -yang telah disediakan-Nya bagi kita, tetapi berkat-berkat itu juga akan ikut dituai dan dikecap oleh keturunan kita kelak. Anak cucu kita.

Karena itu, tak cukup hanya kita yang perlu hidup sesuai dengan janji firman Tuhan di dalam Kristus, yaitu untuk senantiasa hidup melekat dengan Dia, bertekun dalam firman-Nya, serta hidup menurut pimpinan Roh Kudus, tetapi ... kita juga harus mengajarkan kepada anak cucu kita, agar mereka boleh tetap hidup sesuai dengan janji firman Tuhan di dalam Kristus, hingga mereka pun juga boleh ikut menerima dan mengecap berkat-berkat dari janji firman Tuhan, yang telah disediakan-Nya bagi kita. Keturunan kita tidak hanya akan menerima berkat-berkat dari janji firman Tuhan secara pribadi, tetapi mereka ikut kecipratan berkat-berkat janji firman Tuhan yang mengalir dari kehidupan iman kita di dalam Kristus Yesus.

Bapak Ibu yang terkasih, jika kita rindu supaya anak cucu kita boleh menikmati berkat janji firman Tuhan di dalam Kristus -bahkan ikut kecipratan berkat-berkat janji firman Tuhan yang mengalir dari kehidupan iman kita di dalam Kristus, kita sungguh perlu menginvestasikan waktu kita untuk mendidik mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4), agar mereka boleh bertumbuh di dalam pengenalan akan Allah dan hidup seturut dengan janji firman Tuhan di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Tak hanya itu, kita juga perlu menjadi teladan bagi anak cucu kita, bagaimana seharusnya orang percaya itu hidup dan melakukan segala sesuatu di dalam berbagai aspek hidup mereka (1 Petrus 5:3). Inilah yang perlu kita lakukan.

Ketahuilah, bahwa kita tak bisa menyerahkan urusan kehidupan iman anak-anak kita pada institusi gereja apalagi guru Sekolah Minggu, karena ini memang tugas kita, para orang tua Kristen. Mereka hanya membantu kita, para orang tua Kristen, karena ada tertulis, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu." (Ulangan 6:4-9). Ini tugas kita! Inilah kebenaran yang diajarkan Alkitab. (wan)

Tuesday, November 19, 2024

Sebelum Berjalan Bersama

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Amos 3:3 (TB) 

Kawan, yang menjadi pertanyaan, perkara apa sajakah yang perlu menjadi perjanjian di antara dua orang atau lebih, sebelum mereka bisa berjalan bersama dengan langgeng?

Saya telah terlibat di dalam dunia ministri selama hampir 36 tahun, dan di dalam dunia kerja selama lebih dari 32 tahun. Saya terlibat dengan berbagai tipe orang. Lewat berbagai musim yang telah saya lalui di atas, saya beroleh pembelajaran penting, bahwa setidaknya tiga aspek penting yang perlu menjadi bagian konten perjanjian kita dengan satu orang atau satu institusi, sebelum kita mulai berjalan bersama-sama, agar perjalanan bersama ini bisa langgeng dan tidak membuang waktu kita.

POINT SELARAS

Kita perlu memiliki keselarasan dengan rekan kerja atau komunitas -yang kita akan berjalan bersama, baik itu di dalam dunia ministri atau dunia kerja. Keselarasan di dalam visi, nilai, motivasi atau target, saat kita melakukan sebuah pekerjaan bersama-sama. Ketidakselarasan kita dengan rekan kerja atau komunitas kita akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan perselisihan, yang pada akhirnya akan membuat waktu yang telah kita investasikan akan terbuang dengan sia-sia.

POINT SINERGI

Kita perlu memahami sinergi kerja rekan kerja atau komunitas kita terlebih dahulu, sebelum kita berjalan bersama-sama, agar tidak terjadi kekecewaan atau perselisihan, yang pada akhirnya akan membuat waktu yang telah kita investasikan akan terbuang dengan sia-sia. Hal ini mencakup pembagian kerja, sinergitas kerja, termasuk hak dan kewajiban masing-masing pihak. Kenyataan menunjukkan, bahwa ketidakjelasan akan aspek sinergi ini telah menimbulkan perselisihan dan pertengkaran.

POINT DETAIL

Kita perlu memahami dengan jelas tentang pekerjaan atau proyek akan dikerjakan bersama-sama, baik itu dengan satu orang atau satu komunitas, supaya jangan ternyata proyek tersebut ilegal atau kita hanya dimanfaatkan oleh orang lain atau satu komunitas. Kita perlu memahami aspek detail ini dengan sebaik mungkin, supaya jangan kita membuang waktu kita dengan sia-sia.

Karena itu, kawan, pertama, kita tidak boleh terlalu cepat terbuai dengan penawaran yang memabukkan hati dan pikiran kita, agar jangan ternyata kita hanya dikerjain atau dimanfaatkan belaka. Kedua, kita tidak boleh tertipu dengan pemikiran yang naif tentang keberadaan satu orang atau komunitas tertentu, tetapi kita harus bersikap kristis dan profesional. Dan, yang terakhir, kita tidak boleh termakan oleh perkataan-perkataan yang melambungkan atau menghakimi kita, hingga kita terhipnotis oleh mereka dan mengikuti keinginan mereka. Kita perlu bersikap waspada, kristis dan mandiri.

Kita sungguh perlu bersandar kepada Bapa di surga dan meminta hikmat-Nya, saat kita memikirkan satu rencana, tawaran atau apapun juga itu, agar Roh-Nya yang kudus boleh menyingkapkan apa yang tidak tertangkap oleh hati dan pikiran kita. Ketahuilah, Iblis melalui orang atau komunitas tertentu, senantiasa berusaha menggagalkan rencana Allah atas hidup kita dan membuat hari-hari kita menjadi sia-sia.