Pages

Thursday, March 19, 2020

Omongan Sampeyan Itu Benar

"Pak Nirwan, apa yang sampeyan omongkan itu emang bener, kalau kita mau memberikan layanan yang terbaik, maka para customer kita akan dipuaskan dan kita akan memiliki hubungan kerja yang baik dan langgeng dengan mereka. Karena saya sudah menerapkan omongan sampeyan itu, dan hasilnya memang sangat baik," kata rekan kerjaku, sebut saja Rafiq, saat kami meeting di sebuah coffee shop, untuk membicarakan proyek renovasi rumah tinggal yang sedang kami kerjakan bersama. Mendengar 'kesaksian' rekan kerjaku tersebut, aku sungguh bersyukur kepada TUHAN, karena aku telah beroleh kesempatan untuk menjadi berkat dan inspirasi bagi dia. Rekan kerjaku ini berbeda iman dengan aku, tetapi TUHAN telah berkenan untuk memakai aku untuk menjadi berkat dan inspirasi bagi dia. Ini adalah anugerah yang besar.

Tentu saja, jika aku hanya ngomong doang, rekan kerjaku akan menganggap semua itu sebagai angin lalu belaka, tetapi ia melihat sendiri melalui proyek yang kami kerjakan, bagaimana aku selalu berusaha memberikan layanan yang terbaik bagi customer kami. Itu sebabnya, mengapa rekan kerjaku 1] menganggap serius omonganku dan 2] termotivasi untuk menerapkan value dan etos kerja tersebut di dalam proyeknya sendiri. Dan ... ia menikmati buahnya.

Aku langsung teringat dengan visi dari gereja kami, yaitu kami melihat gereja lokal yang relevan dengan pengaruh yang mendunia, bahwa kita tidak boleh berpuas diri hanya menjadi teladan bagi orang-orang percaya (1 Timotius 4:12), tetapi kita juga harus terus bergerak maju untuk menjadi garam dan terang bagi dunia (Matius 5:13-16). Yup, dunia kerja, itulah salah satu 'dunia' dimana kita dipanggil untuk menjadi berkat dan inspirasi bagi banyak orang. Ketahuilah, lebih dari delapan jam sehari, kita melakukan aktvitas pekerjaan kita -dan tentunya juga memiliki begitu banyak kesempatan untuk 1] bertemu dengan banyak orang dan 2] menularkan nilai-nilai Kerajaan Allah dimanapun kita berada dan beraktivitas. Itulah yang selama aku berusaha lakukan, karena aku menyadari sepenuhnya, bahwa tidak ada nilai atau etos kerja yang lebih baik, kecuali kita mulai menerapkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dalam kita bekerja. Apapun itu. 

Karena itu, aku berdoa, supaya kita semua -para pengusaha, profesional dan karyawan Kristen, boleh membagikan dan menerapkan value dan etos bekerja yang baik di tengah-tengah dunia kerja kita, sehingga kita boleh menjadi berkat dan inspirasi bagi mereka. Bukan dengan kuat dan gagah kita, tetapi dengan bersandar kepada pimpinan dan kekuatan Roh Kudus.

Akhirnya, selamat menjadi berkat dan inspirasi di tengah-tengah dunia kerja kita, hingga mereka boleh melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa kita di surga. GBU.