"Pak Nirwan, baru sekali ini saya mendengar konsep kerja sama yang memperhatikan kepentingan kedua belah pihak, seperti Bapak sampaikan tadi. Biasanya, selama ini, kalau saya melakukan kerja sama, ya kami hanya memikirkan apa yang menguntungkan pihak kami," demikian ujar rekan saya, saat kami sedang mendiskusikan konsep kerja sama yang bakal kami terapkan untuk proyek yang akan kami kerjakan bersama nantinya.
Ketika saya mendengar ucapan rekan saya tersebut, saya hanya tersenyum kecil, dan menjelaskan kepada rekan saya tersebut, mengapa saya memiliki konsep kerja sama tersebut. Dan, jauh di dalam lubuk hati saya, saya sungguh bersyukur, karena TUHAN boleh menanamkan konsep berpikir tersebut di dalam hati saya, hingga saya boleh menjadi berkat dan terang bagi rekan kerja saya tersebut.
Saya bersyukur, bukan hanya karena TUHAN telah menanamkan konsep berpikir tersebut, tetapi juga karena Ia telah mengaruniakan Roh-Nya yang kudus, yang memberikan saya keberanian dan kekuatan untuk menerapkan cara berpikir yang seturut prinsip Kerajaan Allah, bukan hanya di dalam lingkup 'rohani' saja, tetapi juga di dalam dunia kerja. Saya sama sekali tidak berani menepuk dada, karena semua itu telah terjadi oleh karena kasih karunia Allah saja.
Sore itu, usai pertemuan kami dan kami berpisah, kembali saya teringat akan apa yang selama ini selalu diingatkan oleh para pastor kami, bahwa kita ini adalah generasi bintang di tengah-tengah dunia ini, untuk menerangi komunitas kita dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. Yup, benar sekali, kita ini adalah garam dan terang dunia. Itulah identitas dan panggilan kita, sebagai orang percaya, di tengah dunia ini.
Filipi 2:14-16
Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, ...
Roma 14:17-18
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Tuhan memberkati!