Pages

Wednesday, December 11, 2024

Pendakwah atau Pendakwa

Pendakwah. Kata ini baru saja saya dengar dan kenal, saat mendengarkan sebuah channel Youtube. Kata 'pendakwah' berbicara tentang orang yang menyampaikan ajaran agama, kalau dalam konteks Kristen, berarti orang yang menyampaikan kebenaran firman Tuhan. Berbeda dengan kata 'pendakwa' dalam konteks hukum, hal ini merujuk kepada apa yang dilakukan oleh seorang jaksa atau hakim di dalam sidang pengadilan.

Kalau dalam konteks negatif kata 'pendakwa' berbicara tentang orang yang suka menuduh atau menghakimi orang lain, yang seringkali dilakukan dengan motivasi hanya untuk menjatuhkan atau menjelekkan nama orang lain. Atau, dilakukan tanpa bukti yang jelas atau hanya berasumsi tanpa melakukan observasi lebih lanjut, hanya berpijak pada pemikiran mereka sendiri. Mereka cenderung asal berbicara. Tidak menguasai lidah.

Ternyata, julukan lain dari Iblis adalah diabolos. Kata 'diabolos' secara sederhana berarti pendakwa, penuduh atau pemfitnah, yang dilakukan dengan maksud jahat, yaitu menjatuhkan atau menyerang pihak lain. Iblis tidak berhenti untuk mendakwa orang-orang percaya siang dan malam, agar mereka berperasaan tidak layak, mereka adalah orang gagal, mereka tidak bisa menjadi lebih baik, atau Allah tidak perduli dengan mereka, dan pada akhirnya mereka sendiri yang akan menghakimi diri mereka.

Hari ini, pastikan, bahwa kita boleh senantiasa menjadi seorang pendakwah, yaitu orang yang menyampaikan firman Tuhan, memberitakan kabar baik, menguatkan yang terpuruk, memotivasi orang menjadi lebih baik, lewat setiap perkataan yang keluar dari lidah dan bibir kita. Karena itu, pastikan, bahwa kita tidak menjadi rekan sekerja Iblis, untuk menjadi pendakwa yang menjatuhkan dan menyerang saudara-saudara seiman kita.

Kawan, kita mungkin tidak bermaksud untuk menjatuhkan atau menyerang saudara-saudara seiman dengan perkataan kita, tetapi kita seringkali teledor dengan kata-kata kita, karena kita terlalu cepat berkata-kata tentang segala sesuatu. Yup, kita terlalu cepat untuk berasumsi dan membuat penilaian (atau ... lebih tepatnya penghakiman) terhadap apa yang dialami saudara-saudara seiman kita. Kita perlu menguasai lidah kita, agar jangan ada lagi orang yang tergelincir karena kata-kata kita nantinya.

Doa kami, kiranya, Roh Kudus boleh menerangi hati kita dan menolong kita, untuk kita dimampukan menguasai lidah dan bibir kita dari waktu ke waktu, supaya ada banyak orang yang boleh diajar, dibangun dan dikuatkan, melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita. Kita boleh menjadi garam dan terang bagi komunitas kita, atau di manapun Tuhan menempatkan kita. Amin.